2018-08-16 08:39:40

Perbedaan Antara Air Cooler dan Air Conditioner Paling Lengkap! 100% Beda!

Share:
Perbedaan Antara Air Cooler dan Air Conditioner Paling Lengkap! 100% Beda!

Selamat datang di artikel yang membahas tentang perbedaan air cooler dan air conditioner ini. Beda antara air cooler dan air conditioner itu sangat signifikan, dan banyak sekali yang salah kaprah soal ini. Satu-satunya persamaan mereka adalah bahwa keduanya, baik air cooler atau air conditioner sama-sama menurunkan suhu ruangan.


BAB 1: PERBEDAAN EVAPORATIVE AIR COOLER (EAC) & AIR CONDITIONER (AC)


Perbedaan yang paling mendasar adalah besarnya suhu yang dapat diturunkan oleh kedua alat ini. Kalau air conditioner itu bisa menurunkan suhu ruangan sampai 20° Celcius. Sedangkan air cooler itu bisa menurunkan suhu ruangan sampai 5° Celcius. Inilah kenapa perbedaan air cooler dan air conditioner yang paling jelas adalah bahwa:


“Air cooler itu menyejukkan udara, dan air conditioner itu mendinginkan udara.”


Jelaskan perbedaan utamanya? Nah kalau dari situ sudah jelas, kita bisa langsung masuk ke tabel dibawah mengenai perbedaan singkat antara air cooler dan air conditioner.


 

 VARIABEL  AIR COOLER AIR CONDITIONER (AC)
Mekanisme Pendinginan Air cooler menggunakan air untuk mengeluarkan udara sejuk. AC menggunakan kompressor dan refrigeran untuk menghasilkan udara dingin.
Temperatur Tidak memberikan udara dingin, hanya sejuk. Temperatur tidak bisa diatur sesuai keinginan. Memberikan udara dingin. temperatur bisa diatur sesuai kebutuhan.
Efek Kelembaban Udara Meningkatkan kelembaban udara Menurunkan Kelembaban Udara
Sirkulasi Udara Memerlukan ventilasi udara untuk memberikan penyejukan optimal. Udara menjadi selalu segar dengan udara baru terus masuk. Optimal ketika ventilasi, jendela, dan pintu ditutup. Udara tidak bersirkulasi dengan baik.
Konsumsi Energi Hemat listrik. Daya diperlukan berkisar antara 7.4 - 250 Watts. Boros listrik. Daya diperlukan berkisar antara 400 - 1.100 Watts.
Ramah Lingkungan Ya. Penyejukan udara melalui proses penguapan air. Penguapan air terjadi secara alami disekitar kita. Tidak ramah lingkungan. Menggunakan refrigeran yang sangat berpotensi merusak ozon.
Perawatan Perawatan mudah dan murah, tidak perlu tenaga ahli. Hanya perlu dipastikan bahwa air selalu ada ketika menyala. Lalu membersihkan media pendingin dan tangki air secara berkala. atau dapat menimbulkan jamur dan penyakit. Perawatan rumit dan mahal, memerlukan tenaga ahli. Filter udara harus dibersihkan secara berkala, atau dapat menimbulkan penyakit.
Filter Filter tersedia. Filter tersedia.
Mobilitas Bisa dipindah-pindah dengan mudah, dan dibawa kemanapun. Posisi tetap, tidak bisa dipindah. Apabila ingin dipindah maka prosesnya rumit.
Ventilasi Perlu ventilasi untuk bekerja optimal. Ventilasi harus tertutup untuk bekerja optimal.

Penggunaan Diluar Ruangan

Terdapat model-model yang tahan air dan bisa bekerja outdoor. Hanya indoor saja.
Harga beli Mulai dari 600.000 IDR - 2.500.000 IDR. Yang paling mahal biasanya adalah unit yang bisa bekerja outdoor dengan tenaga angin yang besar. Mulai dari 2.000.000 IDR - 10.000.000 IDR. Tergantung dari PK yang menentukan cakupan ruangan.

 


Kalau Anda sudah jelas tentang perbandingan antara air cooler dan air conditioner dari tabel diatas, mari kita bahas perbedaan masing-masing alat tata udara dengan lebih detail. Semoga info ini bermanfaat ya.


1. Air cooler Menyejukkan Udara & Air Conditioner Mendinginkan Udara


Udah bukan rahasia kalau menggunakan yang namanya air conditioner itu, Anda bisa mengatur suhu sampai bahkan 16° Celcius menggunakan remote control yang disediakan. Berbeda dengan air cooler, dengan air cooler Anda tidak bisa mengatur suhu ruangan yang Anda inginkan. Namun Anda bisa yakin bahwa air cooler sudah pasti menurunkan suhu ruangan, paling besar sebanyak 5° Celcius.


Sehingga, dalam penggunaannyapun pasti berbeda ya. Ketika Anda ingin ruangan Anda dingin, maka Anda bisa gunakan air conditioner. Sedangkan ketika Anda misalnya kegerahan saja, Anda bisa gunakan air cooler.


2. Air Cooler Lebih Hemat Listrik Dibandingkan Air Conditioner


Hal ini merupakan salah satu kelebihan air cooler yang paling signifikan. Ketika Anda tidak memerlukan udara dingin, tapi hanya ingin sejuk saja, Anda bisa gunakan air cooler. Kenapa? Karena air cooler itu hemat listrik. Berdasarkan nara sumber, air cooler dapat menghemat 80-90% penggunaan listrik di rumah.


Listrik yang digunakan air cooler itu dari 7.4 Watt sampai maksimal 250 Watt. Sedangkan AC itu minimal 400 Watt, sampai 1100 Watt. Perbedaannya cukup besarkan? Kalau Anda menggunakan AC terus, tentunya biaya listrik yang Anda bayarkan perbulan akan membengkak. Sehingga air cooler adalah alternatif yang baik ketika ingin menghemat listrik secara signifikan.


3. Air Conditioner Menurunkan Kelembaban Udara, Air Cooler Menaikan Kelembaban Udara.


Air cooler menyejukkan udara melalui proses penguapan air. Sehingga udara sejuk yang dihasilkan air cooler merupakan udara yang lebih lembab. Sebaliknya, karena air conditioner (AC) menggunakan refrigerant dan kompresor untuk mendinginkan udara, AC justru menyerap dan membuang kelembaban udara dari sebuah ruangan.


Kalau Anda biasa tidur dengan AC, maka mungkin Anda pernah merasakan kulit Anda kering, atau kerongkongan Anda terasa gatal dan ingin batuk ketika bangun tidur. Ini disebabkan karena Anda menggunakan air conditioner semalaman, yang notabene memang membuat sebuah ruangan dingin dan menghilangkan kelembaban udara.


4. Air Conditioner Tidak Dapat Dipindah Dengan Mudah, Air Cooler Portabilitasnya Tinggi.


Kalau Anda punya air conditioner dikamar misalnya, lalu ingin air conditioner tersebut dipindah ke ruang tamu, maka proses pemindahan air conditioner ini sangat rumit dan memakan waktu.


Sedangkan dengan air cooler, karena bentuknya yang ringkas, memiliki roda, dan ringan, Anda bisa memindahkannya ke setiap sudut rumah yang Anda mau. Bahkan Anda bisa dengan mudah membawa air cooler di dalam mobil untuk digunakan di tempat lain.


5. Air Conditioner Harganya Lebih Mahal Dari Air Cooler


Air conditioner ½ PK yang paling murah itu harganya sekitar 2.000.000 IDR, ini juga belum ongkos pasang yang berkisar di harga 900.000 IDR. Dengan modal 3 jutaan, Anda baru bisa punya AC dengan spesifikasi yang paling rendah, untuk cakupan ruangan yang kecil sekali. Kalau mau yang bagus, harganya bisa 5.000.000 IDR keatas belum biaya pemasangan.


Kalau air cooler, dengan 2.000.000 IDR Anda bisa mendapatkan air cooler dengan spesifikasi yang luar biasa baik dan performa yang tinggi. Kalau Anda mau air cooler yang murah, harganya mulai dari 615.000 IDR. Sangat terjangkau, apalagi sistem penggunaan air cooler ini plug & play. Tidak usah bayar biaya pemasangan, cukup colok ke listrik, isi air, dan Anda sudah bisa merasakan kesejukan.


6. Pendinginan Alami dan Buatan


Salah satu alasan kenapa air cooler itu sangat disukai diluar negeri, adalah karena air cooler itu ramah lingkungan. Air cooler menyejukkan udara dengan menggunakan proses penguapan air, yang mana juga terjadi secara alami disekitar kita juga. Bahkan proses penguapan ini terjadi di tubuh kita ketika kita berkeringat. Sehingga air cooler memang sangat ramah lingkungan.

Nah, kalau air conditioner itu menggunakan kompresor dan refrigeran (CFC, HFC, FC, Etc.) untuk menurunkan suhu ruangan dan menghasilkan udara dingin. Dimana refrigeran yang digunakan oleh air conditioner ini bisa merusak lapisan Ozon di udara. Padahal, Ozon ini bermanfaat untuk melindungi manusia dari sinar radiasi ultraviolet matahari, yang menjadi penyebab kanker kulit pada manusia.


7. Air conditioner tidak perlu adanya ventilasi, air cooler bekerja dengan baik dengan adanya ventilasi ruangan.


Air cooler memerlukan adanya ventilasi pada sebuah ruangan, kenapa? Perlu Anda ingat bahwa air cooler itu meningkatkan kelembaban dalam sebuah ruangan. Sehingga tanpa adanya ventilasi, ketika kelembaban udara sudah mencapai 80% pada ruangan tersebut, maka air cooler akan menjadi tidak efektif dalam menghasilkan udara sejuk. Anda akan justru merasa kegerahan.


Sedangkan air conditioner (AC) bekerja dengan baik dengan ruangan tak berventilasi. Karena air conditioner cenderung menurunkan kelembaban udara, sehingga udara tersebut menjadi terasa kering dan dingin. Bahkan, air conditioner akan bekerja lebih baik pada ruangan tak berventilasi.


8. Air Cooler Tidak Bisa Diatur Suhunya


Air cooler berbeda dengan air conditioner atau AC yang bisa diubah-ubah suhunya sesuai dengan keinginan Anda. Disini air cooler lebih mirip ke kipas angin, dimana Anda hanya bisa mengatur kecepatan angin yang dikeluarkan oleh air cooler.

Disisi lain, walaupun tidak bisa mengatur suhu, air cooler sudah pasti menurunkan suhu ruangan. Namun untuk mengoptimalkan suhu yang bisa diturunkan oleh air cooler, tentunya kondisi ruangan harus ideal. Misalnya, ruangan tersebut harus memiliki ventilasi, ruangan tersebut tidak terkena sinar matahari dalam jangka waktu yang terlalu lama, besar ruangan harus sebanding dengan besar air flow, jumlah air pada air cooler selalu mencukupi, dan sebagainya. Kalau mau tau lebih lanjut bisa dibaca artikel tentang apa itu air cooler / pengertian air cooler.


BAB 2: AIR COOLER SEBAGAI ALTERNATIF & PENDUKUNG AIR CONDITIONER


Oke kalau Anda sudah mengerti perbedaan antara air conditioner dan air cooler, maka hal yang selanjutnya sebaiknya Anda pahami adalah bahwa air cooler dan air conditioner bekerja sangat baik secara berdampingan. Air cooler adalah alternatif yang baik untuk air conditioner. Kenapa?


1. Kelembaban Udara Stabil dan Ideal


Air conditioner menurunkan kelembaban udara, dan air cooler justru meningkatkan kelembaban udara. Maka ketika keduanya bekerja secara bersamaan, hal ini justru memberikan manfaat yang sangat baik bagi kita.


Dimana tingkat kelembaban udara disebuah ruangan akan menjadi lebih stabil, tidak terlalu kering dan tidak terlalu lembab. Sehingga kita tidak merasa kegerahan, ruangan lebih dingin dan tidak ada resiko kerongkongan yang gatal-gatal, kulit kering, dan bibir pecah-pecah.


2. Konsumsi Daya Jauh Lebih Hemat


Ketika Anda merasa gerah, namun merasa tidak ingin, atau tidak perlu sampai menyalakan AC. Disini biasanya Anda akan menggunakan kipas angin. Namun kipas angin tidak menghasilkan udara sejuk, melainkan hanya mensirkulasi udara yang ada disekitar kipas tersebut. Kalau udaranya panas, ya Anda akan merasa ditiupkan udara panas.


Dengan menggunakan air cooler, Anda dapat mendapatkan udara sejuk. Dimana air cooler lebih hemat dari segi konsumsi daya listrik dibandingkan air conditioner (AC). Bayangkan, menyalakan AC berarti Anda menggunakan daya sebesar 700 Watts, dengan air cooler Anda hanya menggunkan 100 – 250 Watts saja. Hemat kan?


3. Harga Beli Yang Murah Sebagai Alternatif


Beli air conditioner itu memang cukup mahal, tidak semua orang bisa membeli lebih dari 1 air conditioner, belum lagi bayar listriknya. Disini air cooler berperan sebagai alternatif dengan harga beli yang sangat terjangkau dan biaya listrik yang jauh lebih murah. Ditambah lagi kalau Anda ingin menyejukkan tempat yang berbeda-beda di rumah Anda, air cooler lebih mudah dipindah-pindah dibandingkan air conditioner. Jadi Anda tidak perlu repot-repot memindahkan air conditioner Anda ke ruangan lain.


Nah kesimpulannya, air cooler dan air conditioner itu memang dua jenis produk tata udara yang sangat berbeda dengan kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Tapi disisi lain, air conditioner dan air cooler merupakan dua jenis alat yang bisa saling mendukung satu sama lain. Sehingga worth it kalau Anda punya dua-duanya. Jadi, daripada Anda beli 2 buah air conditioner, lebih baik Anda beli 1 air conditioner dan 1 air cooler-kan Honeys?